Start Going Wild
Prediksi · 2 mnt baca

Meta Siap Mengguncang Dunia Pasar Prediksi? Laporan Eksklusif

Meta mendobrak pasar prediksi dengan peluncuran platform Arena, strategi baru tanpa uang tunai.

Meta Siap Mengguncang Dunia Pasar Prediksi? Laporan Eksklusif

Pasar prediksi sedang mengalami perkembangan pesat, dan Meta, perusahaan induk dari Facebook, siap memasuki arena ini. Mereka sedang menyiapkan platform bernama 'Arena' untuk memperkuat kehadirannya dalam persaingan ketat. Dari informasi yang kami dapatkan, tim yang dipimpin oleh CEO Mark Zuckerberg ini sedang mempertimbangkan penggunaan sistem poin, mirip dengan konsep dalam gim, sebagai mata uang virtual. Meskipun sejauh ini belum akan melibatkan transaksi uang nyata, peluncuran tahap awal tidak akan menyertakan uang fisik.

Dengan langkah ini, Meta dapat memanfaatkan basis pengguna besar media sosialnya, yang meliputi lebih dari 3,5 miliar akun aktif per hari di platform seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger. Ini menjadikannya pesaing langsung bagi sportsbook besar dan bursa kripto serta perusahaan rintisan seperti Kalshi dan Polymarket yang sudah bernilai miliaran dolar.

Strategi Kalshi dalam Dunia Saham

Sementara itu, Kalshi terus mendapatkan perhatian berkat peningkatan valuasinya. CEO Kalshi, Tarek Mansour, menyatakan bahwa meskipun ada perbincangan mengenai potensi masuknya ke pasar saham, hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dalam wawancara dengan CNBC, Mansour menjelaskan bahwa meskipun ada komunikasi awal dengan beberapa bank investasi, belum ada keputusan final. Dengan pendapatan tahunan yang mencapai $2 miliar, Kalshi bergerak hati-hati dalam mengambil langkah selanjutnya.

Pergulatan Hukum Kalshi dengan Pajak di Illinois

Kalshi juga berhadapan dengan tantangan hukum di Illinois terkait regulasi pajak baru untuk taruhan olahraga. Pajak sebesar 15% ini merupakan bagian dari anggaran senilai $56 miliar yang disetujui oleh Gubernur JB Pritzker. Kalshi telah mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS di Illinois Utara, menuduh bahwa negara bagian tersebut melanggar Klausul Supremasi dari Konstitusi AS. Gugatan ini menegaskan bahwa aturan yang akan berlaku mulai 1 Juli tersebut bertentangan dengan hukum federal, dan Kalshi berupaya agar pengadilan menunda penerapannya.

Share: 𝕏 FB in